Sepenggal Asa
Malam ini aku sedang mengaduh kembali
mengadu tentang Asa dan anganku pada-Mu
Sungguh tiada terkira,
jika inginku engkau dengar
jika resahku engkau perdulikan
Wahai Engkau Sang Penguasa Hati
berikan hati ini ketenangan
meski jauh dimata
namun segala karunia-Mu sungguh terasa
Wahai Sang Pencipta segala rasa
Engkau Jauh lebih tahu
karena Engkaulag Yang Maha Tahu
berikan kekuatan dalam hati ini
untuk melangkah,
untuk berlari,
mengejar segala mimpi
BPI, i 15
Kehidupan adalah apa yang engkau pikirkan, dan engkau kerjakan. yang engkau inginkan dimasa depan, dan usahamu untuk meraihnya. Semoga kita selalu dalam Ridlo-NYA
Minggu, 04 November 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
Sabtu, 20 Oktober 2012
Somebody Is Me
Somebody is me
Semilir angin
disiang hari terasa sangat menyejukkan, dengan lembut menerpa jilbab Rara yang
sedang asyik duduk santai dibawah Pohon Beringin bersama dengan teman-temannya.
Pohon itu bak tempat persinggahan bagi mahasiswa, batang pohonnya yang kokoh
dan menjulang tinggi, daunnya yang hijau lebat mampu mengayomi hampir sebagian
besar halaman fakultas mereka. Seringkali mahasiswa menggunakannya untuk tempat
beristirahat sejenak sambil menunggu dosen, tempat diskusi, ataupun sekedar
kongkow bersama. Tidak berlebihan jika tempat ini dinamakan “Ringin Center”.
Siang
itu Rara yang sibuk mempersiapkan presentasi mata kuliah Tasawuf, tiba-tiba
saja terdengar getar handphone dari sakunya. “dari Arya”, kata Rara dalam hati
sambil tersenyum simpul.
Rani, Minggu ini aku ikut lomba debat
bahasa inggris Se-Jateng di IKIP. mohon do’nya. Semoga aku bisa memberikan yang
terbaik.
Tanpa ragupun Rara segera membalasnya dengan
senang hati.
Iya, Arya. Just doing the best! I proud of U
Rarapun melanjutkan aktivitasnya. sedang
ia masih menunggu balasan SMS dari Arya.
***
Belum
lama ini persahabatan mereka semakin dekat dan sangat akrab, hingga tidak
segan-segan mereka sering sharing berbagai hal, baik masalah pribadi maupun
mata kuliah masing-masing, bahkan masalah organisasi. Mereka sering bertemu
dalam komunitas yang sama, kecenderungan mereka pun hampir sama. Hanya saja
mereka berbeda fakultas.
Awalnya mereka bertemu di perpustakaan, ketika
itu Rara ingin mengambil sebuah buku dideretan Rak yang paling atas. Tiba-tiba kartu perpusnya terjatuh, dan
dengan tidak sengaja terinjak oleh seorang pemuda. Agaknya lebih senior dari
pada Rara.
Gadis yang bernama lengkap Rara Maharani itu
sering sekali mengunjungi perpustakaan. Kesibukannya di organisasi ekstra kampus
mendorongnya untuk membaca lebih banyak tentang buku-buku perjuangan. Seperti
karangan-karangan pemikiran Cak Nur. Selain itu, ia juga gemar dengan bahasa
inggris, mendorongnya untuk bergabung di salah satu UKMI bahasa. Dari kedua
kegemarannya ini secara tidak sengaja mempertemukan mereka.
“Maaf mbak, kartunya terinjak”, kata pemuda
itu.
“tidak apa-apa, Mas”, balas Rara agak pelan.
Pemuda
itupun mengulurkan kartu milik Rara, kemudian pegi ke deretan Rak buku yang ada
disampingnya. Tanpa disadari Pemuda itu memperhatikan Rara saat mencoba meraih
buku yang ada di tempat paling atas. Tanpa basa-basi pemuda itu mengambilnya
dan memberikannya kepada Rara.
“Suka baca pemikiran Cak Nur ya mbak”, pemuda
itu seolah membaca pikiran Rara,
“saya juga salah satu Penggemar karya-karya beliau”,
imbuh pemuda tersebut.
Kemudian
mereka saling memperkenalkan diri. Dan obrolan itu mengalir begitu saja. Mereka
saling terbuka berbagai pengalaman.
“Nama saya Arya Hasan, teman-teman saya biasa
memanggil hasan”.
“saya Rara Maharani”.
Setelah mengobrol
cukup lama, mereka sepakat kalau masing-masing dari mereka tidak akan memanggil nama masing-masing sebagaimana
teman-teman yang lainnya.
“kalo gitu, saya panggil kamu Rani”
“baiklah Arya”
***
Beberapa detik kemudian Hp Rara bergetar kembali, Dengan sigap ia
meraihnya dan tak sabar ingin melihat jawaban dari Arya. Tetapi Rara Nampak
sedikit kecewa. “dari Ilyas”, kata Rara Pelan, karena ia berharap yang membalas
SMS nya adalah Arya, Bukan Ilyas.
Ilyas juga salah satu teman Rara disalah satu Unit Kegiatan
Mahasiswa intra kampus, EFC (English Fans Club), sama seperti Arya. Tapi Arya
masuk menjadi anggota lebih dulu dari pada mereka berdua. Sekarang Arya telah
menjadi salah satu Pengurus Harian. Sedangkan Rara dan Ilyas statusnya masih
menjadi Anggota Aktif. Meskipun Rara dan Ilyas berada di fakultas yang sama,
tetapi mereka jarang bertemu, apalagi mengobrol seperti teman-teman yang lain.
Mereka hanya bertemu ketika EFC mengadakan diskusi harian.
In one time, lambat laun pertemanan mereka bertiga semakin akrab.
Mereka kompak dalam berbahasa ataupun berdiskusi dengan teman-teman EFC yang
lain.
***
Segeralah ia membaca SMS tersebut, Seraya melihat ilyas yang sedang
duduk beberapa meter dari tempat Rara. Awalnya ia bingung dengan pesan yang
diterimanya.
Rara, bisa bicara sebentar?
Bunyi SMS ilyas yang tidak seperti biasanya, namun tanpa
pikir panjang Rarapun membalas SMS dari Ilyas.
“oh, iya. Tentu”
“aku tunggu didepan
kantor dekanat, sekarang”.
“ok!”
Namun, Rara merasa ada sedikit keganjalan yang ia tangkap, ia
mengira bahwa ilyas sedang mengalami masalah besar. Sehingga perlu di
selesaikan. Dalam waktu dekat ini mereka sedang memiliki agenda workshop yang
diadakan oleh EFC. Dan kebetulan Arya menjadi Ketua Panitia nya. Dan ilyas
sebagai koordinator Acara tersebut.
“Mungkin ada pesan untuk Arya
berkaitan dengan workshop ”, pikir Rara.
Dalam pertanyaan hati yang tak terjawabpun, Rara menemui ilyas. Dari
kejauhan ilyas nampak bahagia, walaupun sedikit gugup. Ada sesuatu yang
tersembunyi, namun Rara tak bisa menebaknya.
“Hi, Ilyas”, sapa Rara
(hanya membalas senyum), belum ilyas menjawab, Rara pun menambahi
“tumben, kenapa gak pake SMS aja? Apa ada masalah dengan persiapan
workshop EFC?”
“Ra, ada yang ingin aku omongin kepadamu”
(diam sejenak)
“Ra, aku ingin nembak kamu”, kata ilyas dengan nada agak takut.
“apa? Aku gak salah denger?”
“sebenarnya sudah lama aku ingin mengungkapkan nya. Tapi aku rasa
inilah waktu yang tepat”.
“Ilyas, apa kamu sadar dengan yang kamu katakan?”
“iya Ra.”
“trus, apa alasannya?”
“Because I love you”
(tersenyum pahit), suasanapun sempat menegang.
“Ilyas, aku benar-benar gak pernah membayangkan ini sebelumnya”.
(berhenti sejenak)
“Ma’af Ra, aku harus katakana ini. Lalu apa jawaban kamu, Ra?” desak
ilyas.
“Ilyas, aku mohon kamu bisa menerima apa yang menjadi jawabanku”,
pinta Rara dengan rasa sungkan.
“Apapun itu ra, yang penting aku tahu jawabanya. Jadi gimana?”
“Ilyas, sebelumnya aku berterimakasih atas ungkapan dari perasaanmu,
dan keberanianmu untuk mengatakan ini semua. Tapi, untuk saat ini, aku tidak
sedang ingin menerima siapapun. Maaf, aku harus focus dengan kuliahku”.
(berpikir sejenak)
“Jadi, aku masih punya kesempatan kan?”
“tidak ada jawaban yang pasti, tolong hargai keputusanku. Aku tidak
ingin berorientasi dengan hal seperti ini”.
“tapi aku akan tetap menunggu, hingga ada kepastian. Selama harapan
itu masih ada”
“ilyas, aku mohon, jangan membuat pernyataan yang akan menjadi beban
di pikiranku”.
“Rara, aku minta ma’af. Aku tidak bermaksud membebani pikiranmu. Aku
Cuma berharap”.
(rara hanya terdiam)
“Baiklah, jangan khawatir. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku.
Aku harap setelah kejadian ini, tidak akan merubah pertemanan kita yang telah
lama terjalin. Anggap saja, aku tidak pernah mengatakan apapun”. (jelas ilyas).
(tersenyum) “saya harap begitu”.
***
Satu minggu telah berlalu, mereka pun disibukkan dengan persiapan
Workshop EFC. Rara tidak ingin ambil pusing dengan kejadian waktu itu.
Begitupun dengan ilyas. Namun, tidak dapat dipungkiri, lambat laun Rara pun
kepikiran tentang kejadian tersebut. Perasaan Marah, heran, galau, semuanya menjadi satu,
tidak pernah diinginkannya hal tersebut bisa terjadi. Karna Rara sudah
menganggap Ilyas hanya sebagai sahabat, tidak lebih. Akan tetapi semua tidak
bisa dicegah. Begitulah cinta, ia datang tidak mengenal waktu, tidak memandang
bulu.
Meskipun mereka mencoba bersikap biasa, seperti tidak pernah terjadi
apa-apa. Disela-sela kesibukan mereka memang sangat terlihat seperti biasa. Tetapi
Ilyas masih sering mengirim SMS yang membuat Rara merasa terbebani.
If
you’re not the one then why does my soul feel glad today, I never know what the
future brings, but I know that this much is true. And I’m praying you are the
one in my life.
Sedangkan disaat seperti ini, Rara ingin bercerita kepada Arya,
tetapi ia urungkan niatnya karena tahu pasti dia sibuk mempersiapkan Lomba
Debat dan Workshop EFC. Rara sedikit menyesal, karena alasan yang diberikan
tidak lantas membuat Ilyas menjauhinya. Kecemasannya membuat dia berimajinasi ‘ia
berharap andaikan yang mengatakannya adalah Arya, bukan Ilyas. Tapi perasaan
itu langsung dibuang jauh-jauh. Justru ia akan semakin bingung, jika yang
mengatakan nya adalah Arya. Diam-diam Rara menyimpan rasa cinta kepada Arya,
meskipun sering ia menepisnya. tetapi dia juga tidak ingin hal itu
terjadi. Baginya Cinta memang bisa membahagiakan ketika ia datang tepat pada
waktunya, bukan saat ia sedang harus focus kuliah. Pada saat ini dia
benar-benar tidak ingin berurusan dengan cinta.
***
Akhirnya hari H untuk kegiatan Workshop pun tiba, akan tetapi Rara
tidak berani menanyakan hasil Lomba kepada Arya. “nanti dia akan bercerita
Sendiri”, pikirnya. Arya terlihat sangat Sibuk mempersiapkan acara Workshop
ini.
“Baiklah teman-teman, saya harap kerja sama dan profesionalitas
kalian untuk mensukseskan acara ini, karena acara ini milik kita bersama. Baik
buruk nya acara ini akan berdampak pada EFC kedepannya”, Arya memberikan kata
pengantar sebelum acara dimulai. Kemudian masing-masing koordinator acara
diminta untuk mengecek ulang semuanya. Memastikan semua akan berjalan sesuai
tujuan bersama.
“Tenang San, semua telah siap. Hanya saja untuk pemain performance
art nya masih dalam perjalanan. Sebentar lagi akan sampai”, lapor Ilyas kepada
Arya.
“Baiklah, saya percayakan semuanya pada teman-teman”, jawab Arya.
Lima belas menit kemudian acara pun dimulai, namun Rara agak
khawatir untuk pemeran performance art nya belum juga datang. Hingga Rarapun
mendapat SMS dari slah satu temannya bahwa kemungkinan mereka tidak dapat
datang, karena ada kerusakan motor yang membutuhkan waktu lama. Perlu perbaikan
kurang lebih satu jam.
Rarapun segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ilyas selaku
koordinator acara. “Performance art 20 menit lagi harus dimulai”, ungkap Ilyas.
Ilyas pun tidak kehilangan akal. Kemudian dia mendiskusikan hal ini kepada
Arya. Entah apa rencana Ilyas, namun Arya Nampak setuju saja dengan idenya.
“Baiklah Ilyas, persiapkan saja semuanya”, kata Arya.
***
Waktu untuk performance pun tiba. Tidak ada yang tahu apa yang akan
dilakukan Arya dan Ilyas untuk mengisi Performance itu. Tapi Arya malah menuju
ke stage dengan membawa segala peralatan yang telah dipersiapkan Ilyas. Rara
Ingin keluar dari Ruangan, tiba-tiba Ilyas memberi Isyarat jangan, “Listen
Please, Ra!”
“Ok guys, I’ll sing to you. My friend ask me to sing this song, He
said that this song special to someone, listen Please!”
Sejurus dengan itu, Rara sangat Penasaran dengan yang dikatakan
Arya. Tiba-tiba Ilyas mengirim SMS kepada Rara
Lagu Ini request
khusus buat kamu, Ra.
Ku hanya ingin kau
tahu, bahwa orang yang memiliki rasa semua itu adalah aku. Dan seseorang yang
tak bisa merasa sakit karena luka cinta yang telah ditolak, Somebody is Me.
Namun Rara hanya terdiam terhanyut dalam lagu yang dinyanyikan Arya.
Air matanya pun tak tertahankan. Namun sebisa mungkin ia menutupinya dari
teman-temannya.
“Asal kamu tahu Arya, orang yang dimaksud Ilyas adalah aku. Dan jika
kamu tahu lagu itu juga mewakili perasaanku kepadamu. Orang yang membutuhkanmu,
seseorang yang mencintaimu, somebody’s Me”. Namun Rara hanya bisa mengatakan
itu semua didalam Hatinya.
When I Beside you
When
I beside u
Aku
tak perlu berlaku
Menjadi
diriku yang lain
Cukup
didekatmu
Aku
merasakan nyaman
Cukup
mendengarmu
Aku
merasa tenang
Denganmu,
Aku
yakin, aku bisa
Meraih
segala mimpiku
31
Juli 2012
Sabtu, 14 April 2012
Berhenti mengharapmu
Telah ku bisikkan
Cerita-cerita tentangmu
Telah kunyanyikan
Lagu-lagu cintamu
Tlah ku abaikan
Semua kisahku untukmu
Meski slalu bertanya
Apakah kau masih inginkanku
Telah kuhancurkan semua resah tentangmu
Telah kululuhkan semua keinginanku
Untuk mencintaimu...
Meski ku tak lagi bisa menyentuh hatimu...
Kamis, 12 April 2012
PENGUAT HATI
Ketika aku
sendiri, ku menghibur diri
meski hati
tak bisa dibohongi
ketika aku
sedih, ku menyanyi lagu darimu
meski dengan
suara sumbang
ketika aku
butuh spirit dan motivasi
aku bangun
dan berdiri sendiri
meski itu
aku tertatih-tatih
menguatkan
hati sendiri,
dengan
menulis dan bercerita
menghibur
diri sendiri,
menghadapi
polemik inipun sendiri,
aku berkisah
dalam hati
untuk
menjadi penguat hatiku sendiri
Ya
Muqollibal Quluub,,
Tsabbit
Qalbi 'ala diinik
Top of Form
Bottom of Form
Langganan:
Postingan (Atom)